SOCIAL NETWORK MEDIA

Posted by Digit Galih Editya | Posted on 4/27/2011 11:01:00 AM

 Media Jejaring Sosial dan Internet, Mendekatkan yang Jauh, dan Menjauhkan yang Dekat

Isu hoax penutupan Facebook oleh Mark Elliot Zuckerberg ternyata cukup membuat gempar, tidak saja bagi para pengguna facebook di Indonesia namun juga di banyak negara lainnya. Ini mungkin mirip kasusnya dengan isu hoax penutupan jaringan layanan yahoo messenger beberapa waktu yang lalu.

Sebenarnya dibalik isu tersebut, ada baiknya juga kita melihat dari sisi positifnya penyampaian alasan yang dibuat dalam hoax facebook itu. Dikatakan dalam isu tersebut bahwa sang pendiri terpaksa menutup layanan jejaring sosial yang dia bangun karena mengacaukan kehidupannya dan agar orang membangun kehidupan sosial yang sehat.

Alasan tersebut bukan berarti dibuat-buat, karena sedikit banyak memang menggambarkan kondisi sosial yang berubah di sekeliling kita. Jika anda pergi ke mall-mall, di pusat tempat makan atau bangku duduk di dalam mall, coba anda perhatikan setidaknya dari antara 10 orang pasti ada dua atau tiga orang yang meski berada dalam satu meja atau satu rombongan yang duduk bersama, terlihat apatis satu sama lain dan asyik bermain dengan gadget mereka. Dan dua dari tiga orang itu, dipastikan sedang asyik mengupdate status di jejaring sosial maupun melihat dan membaca status jejaring sosial sahabatnya.

Padahal orang-orang tersebut pergi dengan orang-orang yang mereka kenal, setidaknya rekan sekerja atau teman sekolahnya, bukan orang asing yang baru bertemu hari itu juga. Bahkan yang sangat ironis, pernah didapati di suatu sentra tempat makan, seorang ibu bersama anak-anaknya saling sibuk sendiri bermain dengan gadget milik mereka dan dari ketrampilan tangan-tangan mereka, sepertinya sedang asyik melakukan chatting online, entah dengan fasilitas messenger internet ataupun messenger gadget tersebut.

Sembari becanda, saya dan teman yang sedang asyik memperhatikan mereka, berseloroh, jangan-jangan mereka sedang asyik melakukan gossip bersama dalam satu meja namun mengunakan media gadget karena takut ketahuan, yang akhirnya disambut tawa oleh yang kawan yang lain.

Memang semakin maraknya perkembangan teknologi dan kemajuan jaman serta perkembangan aktifitas sosial di internet, seringkali menimbulkan ketidakseimbangan kesadaran manusia untuk dapat memilah-milah interaksi mana yang harus lebih diutamakan dari yang lainnya.

Cukup ironis jika melihat orang lebih asyik mengurus gossip dengan teman chattingnya ketimbang mengurus anak mereka yang merengek-rengek minta perhatian. Atau juga orang lebih asyik melakukan update status mengenai kecelakaan ke jejaring sosial ketimbang menolong korban tabrakan lalu lintas di depan matanya.

Harus disadari oleh para individu itu sendiri, bahwa kecanduan gadget dan internet adalah tidak baik bagi kesehatan jiwa dan juga dalam kaitan interaksi dengan lingkungan sosialnya. Seringkali didapati orang lebih senang marah-marah dan mengomel ataupun mengumpat di internet / jejaring sosial ketimbang membicarakan masalah mereka secara langsung dengan yang bersangkutan.

Dalam berbagai kasus, bahkan tidak jarang orang ada yang sampai mengumbar urusan ranjangnya di media jejaring sosial ketimbang membicarakan hal tersebut secara baik-baik dengan pasangannya.

Hal ini jelas sangat tidak baik, karena fungsi komunikasi bilateral dan hubungan sosial yang sehat menjadi rusak karena kecanduan terhadap teknologi dan juga penempatan secara salah fungsi teknologi dalam hidup keseharian, sehingga teknologi yang seharusnya menjadi alat untuk mempermudah justru menjadi bumerang yang merusak keseimbangan hidup dan sosial.

Semoga ke depannya kita semua bisa lebih mawas diri dalam memilah-milah tingkat prioritas pengunaan jejaring sosial dan internet dalam kehidupan kita.
 
sumber : http://teknologi.kompasiana.com/internet/2011/01/09/media-jejaring-sosial-dan-internet-mendekatkan-yang-jauh-dan-menjauhkan-yang-dekat/ 

Comments (0)

Posting Komentar